
Gusi merupakan bagian jaringan kulit, tapi ia berbeda dengan kulit luar yang menyelubungi seluruh tubuh. Kulit luar terdiri dari banyak sel dan tebal, sedangkan gusi hanya berupa selapis sel tipis sehingga perlu ada perlakuan khusus untuk menjaganya. Warna merah muda gusi menunjukkan pembuluh darah di baliknya. Ia merupakan salah satu bagian jaringan penyangga gigi terluar, selain semen, serabut, dan tulang gigi.
Gusi dapat dikategorikan sehat ketika memiliki beberapa ciri seperti berwarna merah muda/pink. Jika gusi berwarna merah terang, berarti terjadi peradangan. Gusi sehat mesti stabil, tidak goyah saat disentuh, memiliki tekstur tonjolan-tonjolan (seperti kulit jeruk). Gusi juga tidak boleh berdarah, karena tanda gusi meradang adalah mudah berdarah, semisal ketika Anda sedang menyikat gigi atau saat menggigit makanan, termasuk makanan lunak. Terakhir, tidak sakit dan berbentuk bungkuk.
Tips gusi sehat
tips untuk menjaga gusi agar tetap sehat, yakni dengan menggosok gigi setiap 8-12 jam sekali. Tujuannya untuk mencegah pematangan kuman pada gigi, karena masa maturasi (pematangan) kuman berkisar antara 8-12 jam.
Kuman yang matang akan berkoloni membentuk plak dan menghasilkan toksin/racun yang merusak gigi atau gusi. Sebanyak 95-99 persen kerusakan gigi/gusi datang dari plak. Bau mulut adalah contoh akibat dari toksin yang dikeluarkan kuman, bercampur dengan sisa makanan dan darah dari peradangan.
Jangan lupa untuk makan sayur dan buah guna menyeimbangkan pH dalam mulut. Semakin asam pH mulut, maka semakin mudah kuman berkembang biak. Berkumur dengan air putih juga merupakan salah satu cara menetralkan pH mulut. Jika menggunakan obat kumur, pastikan ia tergenang 30-60 detik dalam mulut.